Friday, June 22, 2007

Movie Review : 3 Hari Untuk Selamanya (3 Days to Forever)*



Karya terbaru dari Riri Riza menampilkan Nicholas Saputra dan Adinia Wirasti, kali ini Riri kembali berkolaborasi dengan Mira Lesmana untuk film ini.

Film 3 Hari Untuk Selamanya, yang merupakan Road Movie pertama di Indonesia, bercerita tentang perjalanan Yusuf (Nicholas Saputra) dan Ambar (Adinia Wirasti) ke Yogyakarta untuk menghadiri upacara pernikahan kakak Ambar, perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam waktu satu hari ternyata ditempuh dalam waktu 3 hari dan dalam 3 hari itu mereka mengalami beberapa kejadian menarik seperti bertemu Pak Haji (Tarzan) yang senang berhubungan sex bahkan langsung mengajak yusuf untuk melakukan 3 some dengan istrinya sampai mencoba narkoba yang bentuknya sedikit aneh.

Dalam film 3 Hari Untuk Selamanya, yang dikategorikan dewasa, Riri banyak sekali menampilkan adegan yang berhubungan dengan sex atau adegan yang tidak cocok untuk dilihat anak kecil seperti adegan melinting dan menghisap ganja yang dilakukan oleh Yusuf dan Ambar sepanjang film, sehingga banyak sekali adegan yang dipotong oleh badan lembaga sensor dan itu (pemotongan adegan) cukup megganggu jalan cerita dari film ini seperti saat Yusuf dan Ambar melakukan hubungan intim di akhir film, lembaga sensor memotong 5 bagian (detik).

Riri dalam film ini juga kurang menonjolkan konflik sehingga perjalanan Yusuf dan Ambar serasa datar, tidak ada emosi yang keluar saat kita menontonnya tidak seperti Road Movie lainnya seperti Little Miss Sunshine yang banyak menampilkan konflik dalam perjalanan mereka, selain tidak adanya konflik ada juga beberapa scene yang cukup mengganggu film ini seperti adegan peggambaran adegan gempa Yogya yang hanya berlatar belakang hitam yang berlangsung cukup lama dan juga adegan Yusuf membuang air kecil yang ditampilkan sebanyak 3 (tiga) kali! Ending dari film ini juga terasa agak kurang karena endingnya sangat tidak jelas, hambar.

Namun secara keseluruhan kita patut memberi pujian kepada Riri karena disaat dunia perfilman kita dibombardir oleh film bergenre horor dia berani tampil beda dengan membuat Road Movie. Salut.

Maju terus perfilman Indonesia.

*)artikel ini juga terdapat di www.theredjacket.net

No comments: