
INDONESIA berhasil menghempaskan perlawanan Bahrain pada pertandingan pertama grup D Piala Asia yang diadakan 10 juli 2007 di stadion utama Gelora Bung Karno Senayan dengan skor 2-1 untuk keunggulan Indonesia.

INDONESIA berhasil menghempaskan perlawanan Bahrain pada pertandingan pertama grup D Piala Asia yang diadakan 10 juli 2007 di stadion utama Gelora Bung Karno Senayan dengan skor 2-1 untuk keunggulan Indonesia.


Acara yang diadakan di Pasar Seni, Ancol ini merupakan acara untuk memperingati sepuluh tahun komik Indonesia. Di acara ini kita bisa melihat perkembangan komik Indonesia dari tahun 1997 sampai tahun 2007.
Di acara ini juga kita bisa melihat pameran dari studio/komunitas komik yang ada di Indonesia, kita bisa melihat karya-karya terbaik dari mereka bahkan kita bisa memilkinya. Selain pameran komik terdapat pula acara menarik lainnya seperti pagelaran musik yang diadakan setiap hari dan juga diskusi dengan tema yang menarik, tentunya yang berhubungan dengan komik Indonesia.
Karya terbaru dari Riri Riza menampilkan Nicholas Saputra dan Adinia Wirasti, kali ini Riri kembali berkolaborasi dengan Mira Lesmana untuk film ini.
Film 3 Hari Untuk Selamanya, yang merupakan Road Movie pertama di Indonesia, bercerita tentang perjalanan Yusuf (Nicholas Saputra) dan Ambar (Adinia Wirasti) ke Yogyakarta untuk menghadiri upacara pernikahan kakak Ambar, perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam waktu satu hari ternyata ditempuh dalam waktu 3 hari dan dalam 3 hari itu mereka mengalami beberapa kejadian menarik seperti bertemu Pak Haji (Tarzan) yang senang berhubungan sex bahkan langsung mengajak yusuf untuk melakukan 3 some dengan istrinya sampai mencoba narkoba yang bentuknya sedikit aneh.
Dalam film 3 Hari Untuk Selamanya, yang dikategorikan dewasa, Riri banyak sekali menampilkan adegan yang berhubungan dengan sex atau adegan yang tidak cocok untuk dilihat anak kecil seperti adegan melinting dan menghisap ganja yang dilakukan oleh Yusuf dan Ambar sepanjang film, sehingga banyak sekali adegan yang dipotong oleh badan lembaga sensor dan itu (pemotongan adegan) cukup megganggu jalan cerita dari film ini seperti saat Yusuf dan Ambar melakukan hubungan intim di akhir film, lembaga sensor memotong 5 bagian (detik).
Riri dalam film ini juga kurang menonjolkan konflik sehingga perjalanan Yusuf dan Ambar serasa datar, tidak ada emosi yang keluar saat kita menontonnya tidak seperti Road Movie lainnya seperti Little Miss Sunshine yang banyak menampilkan konflik dalam perjalanan mereka, selain tidak adanya konflik ada juga beberapa scene yang cukup mengganggu film ini seperti adegan peggambaran adegan gempa Yogya yang hanya berlatar belakang hitam yang berlangsung cukup lama dan juga adegan Yusuf membuang air kecil yang ditampilkan sebanyak 3 (tiga) kali! Ending dari film ini juga terasa agak kurang karena endingnya sangat tidak jelas, hambar.
Namun secara keseluruhan kita patut memberi pujian kepada Riri karena disaat dunia perfilman kita dibombardir oleh film bergenre horor dia berani tampil beda dengan membuat Road Movie. Salut.
Maju terus perfilman Indonesia.